Hari ini saya menyadari lagi satu hal: bahwa saya tidak seharusnya begitu saja mengikuti pakem. Bab ini saya arahkan kepada kemampuan menulis saya, terutama untuk berita.
Sore ini saya seperti terbangun dari tidur panjang hampir dua bulan. Ya, tepat ketika pikiran saya mulai saling rusuh karena mendapatkan pemahaman lain tentang menulis. Menulis yang strukturnya sederhana, namun pada kenyataannya malah merepotkan saya. Menulis yang diusahakan formal, tetapi pada akhirnya merusak fondasi yang sudah ada pada diri saya terlebih dahulu. Maka yang seperti ini, bukanlah saya.
Saya tidak ingin menyalahkan, namun memang tidak setiap orang memiliki kemampuan untuk mengikuti pola formal. Bahkan pembimbing saya sempat berujar bahwa kapasitas fasilitator di tempat itu masihlah kurang, kebanyakan bukanlah praktisi, atau bisa dibilang di tempat itu kekurangan praktisi sehingga tidak bisa maksimal.
Bermula dari situ, saya kemudian berujar bahwa mulai sekarang saya cukup tahu saja mengenai teori. Pada praktiknya saya memilih untuk kembali pada cara penulisan saya dulu. Kalian harus tahu bagaimana rasanya bingung ketika tulisan yang selama ini sudah berjalan dan baik, kemudian diusik, malah menjadi kacau. Lebih baik untuk sekedar ilmu tambahan saja.