Ada dan Keberadaan – DAY 7 OF 365

Project 2014 Day 7 of 365

Ketika diminta untuk berpikir mengenai ‘ada’ dan hakikat ‘keberadaan’ maka otak saya mendadak saling berpacu. Lebih kepada hal-hal yang memang sering bercokol di pikiran saya. Ini bukanlah pernyataan kontemplatif yang perlu dijabarkan namun merupakan sebagian kecil dari apa yang menjadi fokus saya dan teman-teman di kelas Ilmu Sosial Dasar.

Dulu saya sempat berpikir bahwa di kelas ini saya akan memperoleh semacam hal-hal dasar ilmu sosial seperti pengertian-pengertian sewaktu SMA kelas X dulu (saya kelas XI dan XII memilih jurusan IPA, tetapi passion ternyata di Ilmu Komunikasi). My opinion was totally wrong. Yang kemudian saya temui ternyata adalah teman, keluarga, sahabat karib dari ilmu paling rumit menurut saya, filsafat.

Tolong, saya memang suka memikirkan sesuatu yang kemudian dinyatakan sebagai kesepakatan. Misalnya saya sering berkata: Kenapa ‘kursi’ disebut kursi? kenapa bukan disebut meja? Toh itu juga kesepakatan penamaan.

Tadi sekedar intermezzo saja. Tetapi yang saya temui di kelas adalah sesuatu yang bahkan saya lebih melihatnya sebagai banyak ‘kata-kata mutiara’ daripada bentuk materi kuliah (karena susah dipahami sekali pandang). Pun begitu ketika hari ini saya UAS dua mata kuliah: Pengantar Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Dasar.

Untuk PIK, saya berada di dua dunia keganjilan. Masalahnya bobot jumlah soal opini pribadi dan teori adalah sama besar. Saya berharap pemikiran saya dan dosen saya sama, sehingga bisa mendapat nilai yang maksimal. Aamiin. Intinya PIK tidak terlalu banyak kendala. Kemudian jam ke-2 adalah Ilmu Sosial Dasar. Iya sih soalnya hanya enam buah, namun perjuangan untuk mengetahui jawaban dari enam soal itu tidak semudah kelihatannya.

Malam sebelumnya saya banyak mendapatkan chats dari teman-teman saya yang bertanya jawaban soal ISODA tahun lalu. Saya hanya membalas singkat: “Wah, aku bingung e dengan soalnya.” Ya memang begitu kenyataannya. Saya merasa pikiran saya tidak fokus malam itu, karena PIK dan ISODA benar-benar hal yang kurang matching untuk disandingkan bersama sewaktu UAS. Akhirnya saya baru benar-benar mengerjakan soal ISODA tahun lalu pada pukul 5 pagi. Dengan berharap-harap bahwa mungkin soalnya akan sama, ditambah dengan kertas catatanku waktu UTS dulu sehingga tidak perlu membaca keseluruhan materi lagi. Well, intinya saya berusaha memahami dengan semudah pemikiran saya, karena biasanya pola pikir saya memang begitu.

Hari ini saya menonton Saving Mr. Banks (2014), tentang salah satu fragmen kehidupan Walt Disney, sangat menginspirasi ketika kita berada dalam keadaan di antara situasi-situasi keras kepala.

Kutipan paragraf awal di atas adalah pengertian ‘Ontologi’ dipandang dari perkembangan ilmu.

Sudah belajar apa hari ini?

kontemplatif /kontémplatif/ (a) bersifat membangkitkan kontemplasi

kontemplasi /kontémplasi/ (n) renungan dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh.