
Project 2014 Day 8 of 365
8 Januari ini merupakan hari yang sangat menyenangkan menurut saya. Dua ‘rumah’ kedua saya merayakan hari jadinya. Tempat di mana saya melakukan pertarungan jalan hidup selanjutnya mau diselesaikan seperti apa, SMA N 8 Yogyakarta, dan tempat di mana saya merasa selalu nyaman ketika berada di antara kumpulan ‘keluarga’ ini, Kaca.
Saya selalu mensugestikan kepada diri sendiri bahwa saya adalah orang yang diberkahi Tuhan. Dampak dari sugesti positif cepat atau lambat memang akan muncul dan naik ke permukaan. Seringkali dampak berpikiran positif adalah saya selalu saja memiliki kesempatan untuk menuntaskan hasrat yang belum terselesaikan mengenai suatu hal. Pun selama saya SMA dulu.
Saya memang menujukan tulisan kali ini untuk sedikit mengingat masa lalu. Saya menyukai SMA, seperti saya menyukai lotek maupun rendang. Sangat malah. SMA adalah kudapan yang sangat eksplisit pada perjalanannya, meskipun sebenarmya bisa dimaknai secara implisit pada kesehariannya, tergantung mau memilih yang mana.
Semasa SMA saya benar-benar tahu bagimana memaknai frasa “rumah kedua” atau “keluarga kedua”. Di hal ini, saya lebih mengidentikkan SMA sebagai campuran dari keduanya. Saya beruntung bisa menempuh pendidikan di sekolah negeri Kota Yogyakarta, masalahnya bukan lagi kepada rasa prestise yang sudah terlalu mainstream. Namun lebih kepada kontennya, kepada para penghuninya. Saya sering menginjeksi pemikiran diri sendiri bahwa saya adalah pribadi yang open minded. Saya pegang betul-betul hal itu, dan di SMA ini saya seperti mendapat tempat. Meskipun saya bukanlah siswa yang terlalu bernafsu mengenal banyak orang seangkatan maupun lintas angkatan, namun pola pikir saya selalu sama: bahwa saya harus memiliki kemerdekaan bertindak.
Tidak selalu berjalan mulus, namun setidaknya saya memperoleh banyak teman dekat yang mau saling cerita bareng, ngakak bareng dan hal bareng lainnya. Merasa tidak terlalu terkotak-kotakkan dan sering memberi apresiasi kepada teman lainnya. Saya bukan orang yang berorientasi bahwa kalau saya tidak bisa sempurna, di fisika misalnya, maka saya harus terus mengejarnya, tidak. Pemikiran saya adalah, kalau saya tidak bisa mengejar dengan sejajar fisika itu, yasudah, berarti itu memang bukan region saya. Sudah ada teman lain yang lebih bisa fisika. Maka dari itu, sejak kelas X SMA selalu saya tekankan hal itu, saya tidak ingin membangun persaingan tidak sehat. Terdengar klise namun memang begitu fakta di lapangannya.
Saat kelas X saya bahkan pernah ranking sepertiga terakhir, dan itu bukanlah masalah besar. Karena masalah besar mulai muncul ketika kita menganggap suatu hal menjadi suatu masalah. Karena di kelas X C saya benar-benar menemukan keluarga baru, kami namai kelas ini Ceplok (Ce Paling Oke), dan sampai saya kelas XII, kelas ini masih invincible dalam ingatan saya, membekas indah. Lainnya, saya tiga tahun berturut-turut mengikuti lomba lukis remaja nasional, namun belum pernah masuk nominasi. Sering menyesal memang dulu ketika mengetahui hal ini, namun kepuasan utama memang terletak pada prosesnya.
Intinya, SMA Negeri 8 Yogyakarta telah memberikan banyak gambaran kehidupan kepada saya, dari yang baik sampai yang menurut saya tidak baik, bahkan cenderung licik. Namun bukankah memang begitu bentuk kehidupan?
Selain SMA, seperti sudah saya singgung sedikit di atas, Kaca juga merayakan hari jadi. Yang keenam. Tetapi tulisan untuk Kaca akan saya buat terpisah, mengingat dari dulu saya belum pernah bercerita panjang lebar mengenai Kaca dalam bentuk tulisan di media yang saya miliki.
Hari ini saya tidak menonton film panjang, namun saya menonton sangat banyak vlog. Tidak ada kutipan film di postingan kali ini, supaya fokus tetap pada ucapan selamat hari jadi untuk Delayota dan Kaca. Selamat!
Malam ini saya juga mengunjungi Sekaten bersama Bapak dan Adik. Menyenangkan melihat cahaya-cahaya lampu saling serang menentukan siapa yang paling berkilauan. Pun mendengarkan musik ‘remix’ dari berbagai sumber audio yang saling perang volume. Menyenangkan.
Video tentang Sekaten ini akan saya unggah besok Jumat sore. Nantikan!
Punya acara apa hari ini?
prestise /préstise/ (n) wibawa (perbawa) yang berkenaan dengan prestasi atau kemampuan seseorang.
perbawa (Jawa) (n) 1 daya yang terpancar dari sifat luhur; keluhuran; 2 pengaruh; 3 pengaruh yang memancar dari dalam diri; kewibawaan.