Freedom Writers – Day 95 of 365 

Project 2014 Day 95 of 365 

5 April 2014. Memahami bahwa latar belakang kehidupan setiap orang berbeda-beda merupakan syarat mutlak terciptanya perdamaian semesta. Selama ini konflik timbul karena manusia memiliki pendalaman diri yang berbeda, pemahaman tidak sama satu dengan lainnya, sehingga semua hal telihat sangat acak. Sebenarnya tidak akan terlalu begitu apabila mau sekedar mengenal orang lain dengan lebih bijak.

Namun sayangnya, sekali lagi manusia belum semuanya mau bersusah payah melakukan hal itu, sejak dulu. Akibatnya sering terdengar kabar bahwa kelompok ini dipangkas, kelompok itu dijegal hanya karena ketidakmengertian satu sama lain. Di lain pihak konfli yang mengambang di permukaan sering “dibiasakan” sehingga semua hal seperti sudah menjadi rutinitas, normal, tidak berarti.

Sesungguhnya arah tulisan ini kepada konsep line game yang ditunjukkan dalam salah satu scene film Freedom Writers. Anda yang sangat tertarik dengan hal seperti sudah dijabarkan di dua paragraf awal di atas, bisa langsung mencoba untuk menontonnya. Film ini memiliki jalinan plot kurang lebih seperti itu. Kondisi masyarakat dan lingkungan yang tidak kondusif, sehingga menciptakan banyak perasaan depresi. Bahwa sesungguhnya manusia hanya memerlukan tempat-tempat pengaduan. Mudah apabila semua beragama, apapun itu, bisa mengadu kapanpun kepada Tuhan. Namun tidak semuanya seperti itu, tentu ada yang masih beranggapan bahwa hakekat manusia adalah berjalan di dunia. Kedua tipe itu, masih memerlukan tempat peraduan, hanya memerlukan sedikit pemahaman untuk menciptakan atmosfer pelepasan beban. Untuk itu lah maka di kemudian hari akan teripta profesi tempat mengadu.

Kalau bukan seperti itu yang terjadi, maka seharusnya lagi ada orang yang mempeloporinya. Memancing sahutan dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Kemudian semakin intim mencoba memahami permasalahan besar yang tersembunyi. Seperti itu lah konsep line game. Anda perlu mencobanya, setidaknya hal ini akan membantu orang lain untuk lebih memahami kita. Ketika ada masalah, maka keterbukaan itu yang bisa sangat membantu, bukan pada semua orang, hanya bagi mereka yang bisa diberikan pernyataan kepercayaan.

Sampai di sini, semestinya perkara ini cukup, yang perlu terus dijalankan adalah sikap saling mau mengerti antar manisia.

Sudah mengalami konflik apa hari ini?