
Project 2014 Day 151 of 365
31 Mei 2014. Menjadi kebingungan baru ketika plotting waktu yang sudah coba disusun tiba-tiba menjadi porak poranda. Penyebab paling gampang sebagai kambing hitam adalah kemunculan hal-hal baru yang lain. Sepertinya jadwal week-end saya sampai besok Oktober sudah tidak berbentuk seperti yang diimpikan. Pun implikasinya saya menjadi ragu untuk menerima banyak tawaran kerjasama, bahkan sepertinya saya harus merevisi ucapan saya yang terlanjur mengiyakan beberapa hal. Alasan paling utama: hasilnya akan sulit menjadi maksimal, lagi saya akan menjadi tidak yakin apakah hal itu bisa terus lancar apabila tetap dipaksakan.
Di lain pihak, Arrow (TV Series) sedikit menjadi obat depresi untuk hari ini. Melihat orang yang lima tahun terakhir hidup di alam liar dengan satu-satunya teman adalah insting. Untungnya dia belum terlanjur berubah menjadi tarzan. Keuntungan lain yang diperoleh adalah dia memiliki guru terbaik untuk mengasah nalurinya. Guru yang dimaksud pun adalah dirinya sendiri.
Akan terbaca klise apabila hanya itu konfliknya. Beruntung kru Arrow yang terinspirasi dari salah satu karakter DC Comics adalah agensi yang selalu punya cara untuk menciptakan konflik tanpa harus membuat penonton merasa dibohongi. Arrow berjalan dengan baik, bahkan bisa dibilang terlalu niat untuk tayangan pahlawan pembela kebenaran sekelas medium TV Series. Bisa jadi itu merupakan tambahan nilai plus-nya.
Saya belum menamatkannya, masih di posisi tengah-tengah season 1. Pun Arrow baru saja selesai dengan season 2 nya dan sedang dalam proses ke season 3. Namun bagi Anda yang sedang mencari tontonan seri yang memiliki jalinan plot rapi pun tata produksi mumpuni, Arrow bisa dijadikan salah satu list teratas. Meningat jumlah episodenya pula yang masih belum membludak.
Sudah mengubah apa hari ini?