Project 2014 Day 168 of 365
17 Juli 2014. Hari ini saya menonton HTTYD #2 di bioskop bersama adik. Tulisan review di bawah juga termuat di laman tersapa.com

How To Train Your Dragon (2010) tidak memulai petualangan besarnya dengan mudah. Harry Potter yang kebetulan dulu juga dirilis pada tahun 2010 turut berperan dalam mengaburkan calon franchise baru ini. Namun bisa juga hal itu dianggap sebagai sebuah keberuntungan, karena ekspos yang diberikan terlihat tidak berlebihan, sehingga muncul banyak review positif sebagai hasilnya. Namun memasuki tahun 2014 ketika sekuelnya mulai diterbangkan, apakah lanjutannya itu bisa menjaga tingkat ke-epic-an yang telah disuguhkan oleh pendahulunya? Jawaban singkatnya: di luar dugaan!
How To Train Your Dragon 2 menjelma menjadi sebuah tontonan yang kini bisa mengakomodasi semua kalangan, bukan hanya anak-anak. Desa Viking Berk sudah banyak berubah, tokoh utama Hiccup dan Toothless sudah bertambah besar, ditambah kini naga dan manusia bisa hidup berdampingan. Lalu tercipta perlombaan favorit baru dalam masyarakat Berk: balap naga. Karena Hiccup dan Toothless sudah lebih dulu akrab dibanding Viking serta naga yang lain, mereka akhirnya sering memilih untuk bertualang ke berbagai tempat baru. Konflik yang tercipta kemudian juga lebih dewasa: mereka terjebak dalam peperangan yang melibatkan naga liar dan Penunggang Naga Misterius.
Jelas DreamWorks Animation tidak mudah dalam memikirkan pun membuat formula sekuel yang bisa memenuhi ekspektasi penonton. Apalagi dalam rentang hampir lima tahun ini para kreatornya juga mengisi dengan sajian animasi pendek HTTYD untuk penayangan di televisi. Jeda yang berhasil dimanfaatkan dengan sangat baik itu membuat film yang awalnya tidak terlalu banyak memperoleh perhatian, tahun ini berlaku sebaliknya. Animasi yang disuguhkan lebih matang dan halus (meskipun yang pertama juga sudah bisa bikin tercengang), apalagi kalau Anda mengambil pertunjukan 3D. Dean DeBlois dan tim nya berhasil menyusun cast serta plot yang solid. Tidak hanya menegangkan tapi juga sekaligus menghibur. Penambahan tokoh-tokoh baru tidak terasa ganjil, malahan terasa semakin memperkaya jalinan cerita dengan berbagai bentuk penokohan barunya.
How To Train Your Dragon 2 merupakan jawaban membahagiakan dari penantian panjang bagi mereka yang memang sudah menyukainya sejak awal. Dan jangan khawatir, penonton baru yang belum pernah menonton prekuelnya pun memperoleh jaminan “pasti bisa menikmati sampai tandas”. How To Train Your Dragon 2 tampil sangat baik sebagai salah satu pilihan utama untuk ditonton bersama semua anggota keluarga. Saya tidak sabar untuk menunggu sekuel terakhir yang rencananya akan dirilis tahun 2016.