Project 2014 Day 185 of 365
4 Juli 2014.
Sekali waktu, yang kebetulan adalah hari ini.
Ada yang bertanya tentang calon mana yang akan diambil.
Tentang calon yang secara tidak langsung bakal jadi kepanjangan tangan Tuhan selama beberapa waktu kemudian.
Tentang calon yang bakal lebih banyak ditumpui tanggung jawab moral lebih dari legislator.
Tentang calon yang seolah-olah merupakan hasil penyaringan akhir dari sebagian golongan.
Tidak ada standar tertentu untuk memihak.
Semuanya tetap bermain pada level perasaan, sebab itu lah ranah manusia yang sebenarnya.
Tidak pernah bisa jauh-jauh dari hal semacam itu.
Kadang itulah yang menjadi kelemahan utama manusia. Menjadi terlalu normatif pun kadang susah ditebak.
Menjadi sesuatu yang menjengkelkan, meskipun secara jelas sudah tergambar ketidakadilan saling dilontarkan.
Rasanya tidak perlu melempar hal-hal konkrit kalau kenyataannya memang disediakan bilik khusus.
Namun haruskah saya ikut-ikutan demikian?
Saya rasa tidak.
Saya melihat ada hal yang lebih penting dari ego konsumsi pribadi.
Ada hal yang lebih mendesak berkaitan dengan pemahaman antar manusia.
Ada hal yang lebih mendasar guna memberi bentukan pada era-era setelah ini.
Maka alasan bilik privat jelas saya tolak kali ini. Bukan waktunya untuk melakukan individualisasi ketika orang lain masih benar-benar membutuhkan bentuk pencerahan yang dimaksud.
Jangan hanya diam, dan jangan mau dipaksa pun memaksa diri diam.
Refleksi apa yang telah terjadi hari ini?