Tahun 17

#20thPROJECT

#week17

17 Tahun

21 Agustus 2014

Kalau percaya dengan istilah titik balik, maka saya mengalaminya di tahun ini. Jatuh bangun mencoba untuk terus mengejar potensi A dan B atau bahkan C. Memiliki kesibukan di banyak event, sekolah pun organisasi di luar.

Saya membaca banyak karakter manusia di sini. Berpapasan langsung membuat saya bertransformasi menjadi orang yang sangat penilai. Tidak ada yang luput dari hal ini. Banyak yang baik, namun tidak sedikit yang menampakkan keburukan. Rasa berjarak dengan beberapa orang itu saya rasakan. Untungnya hanya beberapa.

Tataran ini saya menyaksikan banyak kelabilan. Hampir di semua tempat, alasan utama karena permainan perasaan benar-benar menjamur. Di sini saya anggap sudah bukan lagi fase saya, sepertinya saya sudah benar-benar tidak ingin menyangkutkan urusan pribadi. Pandangan saya sungguh berbeda dari kebanyakan mereka.

Lalu jangan bayangkan kehidupan saya menjadi sangat serius. Sebaliknya, humor saya sangat terasah sebab bertemu teman-teman lain yang di kemudian hari bisa saya sebut sebagai teman terbaik. Kelompok kecil dengan selera humor luarbiasa absurd. Berkali-kali saya dibuat ngakak sampai-sampai menangis gara-gara cerita yang disampaikan. Bahkan tercipta terlalu banyak kelakuan ngakak lainnya. Tebak foto pantat berhadiah Cheetos, pernah dengar? Itu adalah salah satu quiz bombastis yang pernah dibuat!

Di usia ini saya pun menyadari bahwa fisika merupakan hal paling mengerikan yang pernah saya temui. Saya tidak paham dengan materi yang disampaikan, bahkan rasanya tidak berhasil mempelajari apa-apa. Batin saya tertekan tiap kali mendapati satu hal ini. Ekstrim sekali. Horor.

Namun bertolak belakang dari hal itu, saya akhirnya benar-benar sadar bahwa menulis lah kegiatan yang tidak pernah bisa membuat saya badmood. Sampai sekarang. Maka ketika saya lolos menjadi reporter Kaca, perasaan membuncah itu tidak bisa tergambarkan. Saya sadar kalau tujuan berikutnya adalah Ilmu Komunikasi. Bahkan ketika teman sebaya saya masih bimbang dalam menentukan jurusan kuliah, saya sudah memantapkan diri.

Tinggal satu masalahnya: bagaimana saya harus bertahan dengan fisika tiga semester ke depan? Satu hal yang saya pahami: konsep dasar itu sangat krusial, jangan serahkan pada orang yang sebenarnya kurang mampu dalam bidangnya. Jangan.

Saya memperoleh pengalaman baru yang sangat berlimpah. Menjalaninya dengan ucapan terimakasih tiada henti. Menciptakan lingkungan bersama yang memang diinginkan oleh teman-teman dekat saya.

Saya pemilih, tapi pemilih yang tahu diri.

Sampai jumpa pekan depan.