Tahun 18

#20thPROJECT

#week18

18 Tahun

28 Agustus 2014

Sedih juga menjalani tahun akhir di sekolah menengah. Waktu seakan memang melakukan konspirasi besar akhir-akhir ini.

Di sini saya melihat teman-teman saya jatuh bangun tiap hari menghabiskan waktu dengan tumpukan buku, bertemu tentor sepulang sekolah, bahkan menggunakan jam tambahan di malam hari.

Saya benar-benar dibuat heran dengan rutinitas mereka. Tanpa ikut-ikutan pun saya sudah bisa membayangkan: remuk. Saya bukan tipe orang yang bisa belajar di dalam suasana paksaan. Maka sejak dulu sampai sekarang, ikut bimbel belum pernah saya alami. Saya memilih untuk tidak mengikutinya, dan tidak ikut-ikutan teman. Pulang jam empat sore lalu lanjut sampai malam? Saya kira itu memang bukan skema yang tercipta untuk pribadi ini.

Tapi jelas saya menghargai mereka. Usaha yang dinampakkan begitu luarbiasa untuk menuntaskan permainan elit atas dengan julukan UN. Saya memperlakukan kejadian kali ini selayaknya beberapa tahun lalu: jadikan hiburan saja. Ya memang perjalanannya berjalan demikian (sempat di salah satu Tes Pendalaman Materi (TPM) nilai biologi saya bisa-bisanya cuma 2,5. Bukannya sedih, saya malah dibuat ngakak, sebab, biasanya sengawur-ngawurnya jawaban saya, nilainya pasti minimal 4).

Fisika masih menjadi momok (tapi untungnya Bu Nunik baik banget), namun ternyata yang mewujud ancaman di kemudian hari malah biologi.

Satu lagi fase aturan paksa sudah terlewati.

Hal menggembirakan datang di akhir bulan Mei. Saya lolos SNMPTN jurusan Ilmu Komunikasi UGM. Sekali lagi saya dibuat menangis haru syukur, sangat. Dimudahkan untuk tidak lagi menjalani ujian tulis lainnya.

Saya siap bertemu keluarga baru, yang di kemudian hari memang berjalan selayaknya, benar-benar mewujud keluarga baru (lagi).

Sampai jumpa pekan depan.