Young Ones – Day 312 of 365

Project 2014 Day 312 of 365

8 November 2014.

Tahun ini bisa saja kemudian dianugerahi penghargaan sebagai milik film genre young-adult distopia. Judul-judul yang langsung teringat adalah Divergent di awal tahun, The Maze Runner di musim gugur, Mockingjay di akhir tahun, dan Young Ones di pertengahan tahun (namun saya baru sempat menontonnya hari ini).

Secara subjektif, biasanya saya merasa kurang nyaman menonton film yang membawa kesan gersang. Young Ones tidak “hanya” menampilkan suasanya semacam itu, tapi “benar-benar” gersang. Mengisahkan tentang kondisi ketika bumi dilanda badai pasir dan kekeringan akut. Air menjadi entitas yang nyaris punah dan mahal. Bahkan di depot pengisian airnya sampai tertulis: pencuri air akan langsung ditembak. Pun setiap hari harus terus menjelajah untuk mencari air (yang kemudian dibantu robot pengangkut barang).

Saya menyukai penampilan Kodi Smith-McPhee di sini, terlihat lebih berani dibanding ketika bermain di film A Birder’s Guide to Everything tahun lalu. Sedangkan Nicholas Hoult berhasil mencuri perhatian dengan berperan sebagai gondes yang sering membuat masalah. Untungnya, penampilan tengilnya itu berhasil diimbangi dengan badass oleh Michael Shannon.

Sebagai sebuah film yang mengangkat permasalahan penting yang mungkin bisa terjadi, sebenarnya Young Ones masih terlalu terburu-buru. Terutama pertengahan durasi hingga di endingnya. Meskipun memberikan kelegaan, namun penonton kurang lama dibuat penasaran dengan nasib para karakternya. Pengimbangan antar karakter juga terasa masih timpang. Namun saya rasa, hal itu bisa diimbangi dengan adanya beberapa adegan yang bisa membuat emosi terseret, misalnya ketika ternyata mencuci perlengkapan makan yang selesai digunakan harus menggunakan pasir, lalu makanan sehari-hari yang bentukannya seperti bubur kental kemasan, ketika keledainya tersuruk karena kehausan lalu harus ditembak mati, ada juga banyak scene yang menunjukkan seberapa ngerinya ketika air langka dan semua orang mencarinya, pun ketika deretan keluarga tokoh utama mengunjungi sang ibu di sebuah tempat perawatan.

Young Ones bukan lah film murahan. Dia memiliki ide cerita serta desain produksi yang bagus dan sempat mengingatkan saya pada Automata. Namun untuk menyebutnya sebagai sebuah film spektakuler, jelas masih cukup jauh jaraknya. Ada beberapa bagian plot yang tidak jelas asal mulanya, kehilangan fokus di tengah jalan, pun beberapa hal juga belum terselesaikan (atau menghilang) sampai di akhir durasi. Setidaknya film ini menyajikan sesuatu yang masih bisa dinikmati dengan mudah oleh penonton. Saya memberikan 7 dari 10 bintang.