[Appreciation] #Beat2015 17/365

Selamat malam, #Beat2015 17/365

Salah satu rutinitas saya kalau musim liburan seperti ini adalah selalu saja ketiduran di siang hari. Alih-alih bisa tidur dengan nyenyak, kali ini malah bikin gelisah sebab di sore hari ada kegiatan yang harus dihadiri. Untungnya pukul dua kurang delapan menit bisa terbangun–dengan nyaris pening.

Screening internal Kaca-Padakacarma. Ketika diminta usulan film saya kemudian mengajukan Whiplash (dan Nightcrawer, namun saya mendahulukan Whiplash). Menonton kali kedua ini saya tetap merinding, bahkan di final act saya kembali berkali-kali menahan napas (seperti waktu pertama kali). Saya lebih tertarik untuk mengetahui pendapat teman-teman yang lain. Untung lah semua mau bersuara, sebab selama ini ketika screening film biasanya sesi diskusinya berjalan senyap.

Oh, ya, saya belum sempat menggali lebih dalam tentang penilaian film, sampai tadi sore saya semakin sadar kalau memang orang Indonesia masih banyak yang pelit nilai (tidak semua)–karena saya juga belum meminta bandingan film. Mungkin lain waktu bisa lebih dijajaki lagi. Apresiasi (bersama-sama) itu menyenangkan bukan?