31
@31harimenulis
Apa kabar? Tidak terasa 31 hari berlalu. Nama saya Aef. Dan kira-kira saya sudah menulis di Tumblr ini selama lebih dari tiga tahun. Lima tahun sebelum itu saya menggunakan blogspot. Jadi kalau ditotal, tak kurang dari delapan tahun saya telah rutin menulis.
Ada alasan sederhana mengapa saya masih saja mau berada di salah satu platform jejaring sosial ini, dan alasan yang paling mendasar adalah karena identitas awal mula dari blog itu sendiri: tulisan.
Tidak ada jalan singkat popularitas ketika memulai segala sesuatu di internet, semua orang memulainya dengan tapakan langkah sama. Ketika mengatakan bahwa yang dibawa adalah curahan tulisan, maka tulisan itu dikelilingi oleh lautan tulisan lainnya, terus berada di situ, terombang-ambing sambil sesekali ada yang membaca. Mungkin saja ada yang menemukannya secara tidak sengaja, atau juga atas alibi kesengajaan, pun alasan lain yang kemungkinan pernah Anda duga sebelumnya.
Berbicara peruntungan, kemungkinan semua orang punya ambisi besar ketika memulai segala sesuatu dengan platform internet. Atau mungkin juga alasannya justru belum jelas sampai saat ini, masih meraba-raba dinding yang bahkan tak kasatmata, tak kasatsentuh.
Bertolak dari berbagai alasan yang kemungkinan menyeruak, saya yakin bahwa keinginan paling dasar di tiap individu itu serupa. Ada dorongan supaya bisa saling terhubung dan membangun identitas-identitas baru sesuai personalitas masing-masing. Bisa jadi di antara Anda masih ada yang mencoba menyangkalnya, tapi benar, kan? Semua orang menginginkan suaranya didengar oleh orang lain.
Setidaknya saya melihat dua kunci utama agar bisa terus bertahan hidup di ekosistem setidakterduga ini: kombinasi dari keberuntungan dan keinginan yang terus berapi-api tanpa mengenal kata padam.
Ketika dua hal itu terpenuhi, maka tinggal menunggu waktu. Namun masih ada syarat lain yang semestinya juga diperhatikan. Bahwa tidak akan bergeser ke mana-mana orang yang tidak memiliki etika baik terhadap orang lain. Komunitas ini layaknya komunitas lainnya, nyata maupun maya. Ketika sudah dimulai oleh satu orang, maka sudah menjadi tugas orang lainnya untuk ikut menghidupkan. Pun tidak akan bergeser ke mana-mana mereka yang nihil dalam hal kerja keras dan dedikasi.
Internet adalah demokrasi. Ketika demokrasi Anda letakkan sebagai isi dari sebuah tabung reaksi berkondisi ideal. Semua orang punya posisi sama, setara. Tapi layaknya demokrasi yang berjalan, tidak akan ada kondisi mutlak semua orang akan berkata-kata berbudi, masih tetap ada yang kerjaannya hanya mengolok dan mengolok tanpa dasar.
Harus saya tegaskan, layaknya di dunia nyata, manusia seperti itu tidak layak berada di sini. Pendebatnya, dengan pengaruh yang mungkin mereka miliki, mereka justru menebar kebencian yang tak termaafkan. Ada beberapa kalangan yang sengaja membuat sensasi, yang menggunakan kekuatan posisi mereka untuk menekan orang lain. Meski begitu, saya yakin sepenuhnya, nama mereka akan perlahan menghilang.
Seharusnya banyak yang berbuat sebaliknya, mereka yang penuh gairah untuk terus mengejar dan menggapai level-level lebih tinggi lainnya, apa pun bidangnya. Mereka yang mencoba untuk terus mendobrak batasan-batasan demi alasan yang lebih baik ke depannya. Untuk paling tidak menantang diri mereka sendiri, karena sesungguhnya itu lah penerimaan yang tertinggi.
Izinkan saya untuk meyakinkan Anda bahwa sesungguhnya jalan supaya selamat selamanya di internet itu tidak ada. Tidak pernah ada. Seiring dengan berjalannya waktu, dan semakin banyaknya otak-otak lain, pun komunitas-komunitas baru yang terlibat, trend akan terus datang dan pergi. Dunia maya yang sangat besar ini akan terus tumbuh meraksasa. Namun satu hal yang akan tetap sama: internet masih membutuhkan kontinuitas dari mereka para pembuat konten (apa pun wujudnya). Dan saya bangga berada di antaranya. Tulisan adalah alasan mendasar mengapa saya masih tetap berada di sini. Jadi, terima kasih.
(terinspirasi dari banyak hal, ini adalah tulisan terpanjang saya selama 31 hari terakhir)
***
Terima kasih, @31harimenulis. Sekali lagi saya tulis bahwa ini adalah kali pertama saya mengikuti proyek tahunan @31harimenulis. Sekurang-kurangnya saya puas, selebih-lebihnya saya juga puas. Jelas saya masih akan mengikutinya tahun depan, jika ada. Toh, kalaupun tidak ada saya juga masih akan terus menulis. Terima kasih telah memberikan hiburan atas banyak hal lewat ragam bacaan yang tersaji ada. Selamat beristirahat dan melanjutkan semedi, Bang Wiro. Selamat mencari tuan baru buat para selir-selirnya Bang Wiro, mumpung beliau lagi semedi. Syukurlah saya tidak dikapak. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.