xx
#pakpolisiblog @kolomkaca @padakacarma
Sebelum saya mulai melakukan kerja rodi nonton maraton serial TV, hendaknya unggah tulisan dulu sebelum terlupa. Kalau dua hari berturut-turut saya sudah membahas tentang proses filming dan editing dalam dunia vlog, maka kini uploading lah jatah berikutnya.
Satu hal yang perlu diingat dalam proses ini adalah YouTube memiliki konverter mandiri. Dulunya saya penasaran kenapa tiap download video di YouTube ukurannya bisa kecil sedangkan hasil ekport yang saya lakukan (dengan kualitas sama) memiliki output besar. Saya juga sempat beberapa kali bereksperimen dengan bitrate dan resolusi. Hingga akhirnya setelah menyadari “keunikannya” saya lalu memutuskan untuk mengunggah resolusi HD (720p).
Ada dua babak pengunggahan vlog (atau video pada umumnya). Pertama adalah uploading, yaitu proses pengunggahan file asli melalui laman resmi YouTube. Kedua adalah processing, yaitu pasca terunggah dan kemudian YouTube melakukan editing otomatis melalui codec-nya (pada tahap ini sebenarnya pengunggahan sudah selesai dan jendela bisa ditutup). Selagi menunggu kedua proses tersebut, vlogger dapat mengisi kolom-kolom keterangan termasuk judul dan deskripsi.
Selesai sudah tugas paling mendasar.