xxi
#pakpolisiblog @padakacarma @kolomkaca
Secara administratif, saat ini vlog berkembang pesat di semua negara. Namun dari pengelihatan general, ada dua region yang seolah-olah menjadi kiblat: UK dan Amerika.
Keduanya pun memiliki ciri yang berbeda. Misalnya vlogger UK akan lebih banyak membuat “vlog”. Menampakkan diri mereka di depan kamera, mengutarakan apa yang ada di benak masing-masing, risau masing-masing. Sedangkan vlogger Amerika sampai saat ini masih cenderung melakukan challenge video. Justifikasi di atas sifatnya adalah general, meskipun ada sebagian kecil yang tidak melakukannya seperti itu.
Keunikan lain adalah biasanya vlogger UK dan US memiliki koloni dengan kedekatan sendiri-sendiri. Misalnya vlogger Australia dan Afrika Selatan lebih cenderung “terlihat akrab” dengan vlogger UK. Sedangkan wilayah Asia dan Kanada lebih akrab dengan Amerika. Namun hal ini susah terdefinisikan di Indonesia. Sampai saat ini, kalau dilihat output videonya, vlogger di Indonesia banyak yang terlihat terinspirasi oleh Amerika. Namun secara sejarah panjang, banyak dari mereka yang sebenarnya terinspirasi dari UK. Dari sisi video, sangat sedikit yang membuat “vlog” banyak yang justru membuat challenge lucu-lucuan. Mungkin saat ini masih bisa dimaklumi, masyarakat Indonesia masih lebih suka melihat sesuatu yang dianggap lucu. Dampaknya, pembuat video lucu akan lebih mudah menaikkan angka subscribers-nya.
Tapi semoga saja proses pendewasaan akan segera berjalan signifikan.