Akhirnya saya selesai sidang. Akhirnya pula kecemasan saya tidak terjadi. Tidak perlu ada penundaan lagi. Siang tadi, durasinya singkat, sangat singkat malah kalau menurut saya. Kurang dari 35 menit. Durasi singkat ini untung saja bukan pertanda buruk, justru saya puas dengan hasilnya. Pelajaran penting yang saya ambil hari ini: persiapan presentasi yang sudah tergodog cukup lama berhasil menyelamatkan saya–setidaknya dari estimasi 18 menit presentasi, kali ini bisa saya mampatkan jadi 10 menit saja. Ditambah, suasananya tadi saya kira menyenangkan, meskipun salah satu penguji harus diganti karena keburu cuti melahirkan–saya sebenarnya agak kecewa karena diganti, tapi ya gimana lagi.
Proses sidang sebenarnya tidak ada yang istimewa. Saya masuk, menyiapkan perangkat presentasi sambil ngobrol ringan dengan mas dosen pembimbing yang ternyata kemarin habis ada acara di Surabaya, dua dosen penguji masuk ke ruangan, saya mulai presentasi, selanjutnya masuk sesi komentar yang tidak seseram bayangan saya, mas dosbing membacakan rangkuman komentar, saya diberitahu nilainya langsung–bahkan tidak perlu keluar–dan selesailah prosesi ini.
Yang justru bikin saya deg-deg-an adalah bagaimana saya harus bereaksi dengan kedatangan teman-teman saya. Selama ini saya selalu penasaran: bagaimana kalau saya berada di posisi mereka-mereka yang telah lebih dulu pendadaran. Bagaimana reaksi itu keluar, dan sebagainya. Ternyata, reaksi itu benar-benar refleks. Saya terlalu banyak tertawa karena interaksi yang terjadi. Saya tidak henti-hentinya berujar terima kasih karena mereka sudah datang dan ada pula yang membawa ubo rampe macam-macam. Saya pun berterima kasih karena sudah dibantu mengikatkan barang-barang itu ke motor saya supaya bisa dibawa pulang.
Untuk ucapan terima kasih yang lebih proper, besok halaman terima kasih kalau sudah jadi langsung saya unggah di sini. Semoga kesuksesan juga menyertai kalian.