Hidroponik | Sabtu Tanam

enambelas

@31harimenulis

Genap sebulan saya giat tamam-menanam. Bukan berarti sebulan ini lancar jaya tanpa kendala. Malahan ini jadi periode percobaan berbagai hal.

Mulai dari penyemaian benih pertama yang hanya tumbuh empat dari tujuh jenis tanaman. Fenomena leher pak choi dan bayam yang panjang-panjang. Matinya bunga matahari waktu dipindah media tanam. Misteri puntesnya banyak batang tanaman muda–terutama kamu brokoli! Drama penyemaian biji-biji herbs yang sampai sekarang masih menguras emosi dan rasa penasaran. Hingga ke percobaan intensitas cahaya di awal masa tanam.

Tidak apa-apa. Dari situ justru saya belajar banyak langsung dari contoh real. Sesuai dengan kondisi di rumah saya. Setidaknya ada kesibukan berarti.

Tepat sebulan pula akhirnya saya mulai ingin membandingkan kualitas pertumbuhan tetumbuhan dengan beragam media tanam. Setelah berjibaku dengan tanah, pupuk kompos/kandang, sekam, dan cocopeat; kini saya juga bakal mencoba hidroponik.

Kebetulan hari ini paket kebutuhannya sudah datang semua. Sore tadi pula saya mulai menyemai beragam biji-bijian–terutama kangkung–dengan menggunakan rockwoll. Artinya perjalanan hidroponik pun masih panjang.

Masih bisa menunda pengenceran cairan AB Mix untuk memacu pertumbuhannya. Masih punya waktu untuk nyelipin kain flanel ke sela-sela pot hidroponik. Masih punya waktu untuk bolongin penampang dan mengecatnya yang nantinya bakal jadi tempat nangkring para pot.

Dan ternyata, biaya pengeluaran buat perlengkapan berkebun bermedia tanah maupun hidroponik tidak terlalu jauh berbeda. Bagusan mana hasilnya? Ini sih mesti lebih bersabar–yang saya sendiri pun sudah tidak sabar.