Sistem btc (day 73)

Kondisinya saat ini adalah: antara saya yang salah timing dalam memasuki dunia trading bitcoin, ataukah memang semesta sedang sengaja mempermainkan psikologis saya. Penyebabnya satu: fluktuasi nilai.

Coba saya jelaskan secara singkat bagaimana sistem trading bitcoin. Bermain bitcoin beda dengan bermain saham, meskipun secara permukaan tampak mirip. Dua-duanya sama-sama bisa diperlakukan sebagai investasi maupun sebagai ajang untung-untungan.

Ketika bitcoin dipakai sebagai investasi, artinya kita cukup menukarkan rupiah dengan bitcoin ataupun melakukan mining bitcoin untuk memperoleh satuan cryptocurrency tersebut. Setelah bitcoin ada di wallet digital, kita tidak perlu melakukan apa pun, endapkan saja dan tunggu nilainya naik dengan sendirinya.

Berbeda halnya dengan trading. Konsep trading bitcoin lebih sederhana dibandingkan saham. Di sini kita hanya perlu membeli dan menjual koin (bernama altcoin) sesuai dengan nilai tukar yang naik turun secara realtime. Sistemnya sama persis dengan jual beli: beli agak murah, jual agak mahal–atau kadang bisa jual rugi. Nah, selisih penjualan itulah keuntungan–atau kerugian–kita. Sesederhana itu sebenarnya.

Sayang, relitas tidak selalu sejalan dengan angan. Harga tukar altcoin dan bitcoin itu sangat fluktuatif. Salah satu penyebab utamanya adalah karena sifat bitcoin yang peredarannya terdesentralisasi–tidak dikendalikan oleh kelompok/instansi/negara tertentu. Seluruh transaksi sekaligus nilainya ditentukan oleh pemilik modal di seluruh dunia. Kalau volume tinggi, harga bisa melonjak, sedangkan ketika terjadi peristiwa ambil untung, bisa jatuh sudah nilainya.

Ironi singkatnya: kemarin saya menukarkan rupiah ke BTC waktu nilai tukarnya 37 dan 39, malamnya harga naik terus sampai sempat menyentuh angka 48, tengah malam harganya langsung merosot ke 45 dan terus turun ke 30-an. Penyesalan yang muncul: kenapa saya sudah tidur ketika harganya menyentuh 48 sehingga melewatkan kesempatan jual???