Efisien (day 32)

i

@31harimenulis

Saya menganggap kebetulan itu lucu. Termasuk ketika ternyata proyek keroyokan “31harimenulis” kali ini bertepatan dengan sebulan setelah saya mulai aktif blogging lagi. Dan berbeda dari dua tahun silam–di mana saya sehari bisa posting dua tulisan karena ada pemisahan proyek–untuk penyelenggaraan kali ini saya memutuskan untuk menggabungkannya. Efisien. Kalau kata prasyarat konsep smart city, efisien adalah jaminan mutu.

Dan berbicara tentang efisien, terma ini tidak melulu berkaitan dengan penyederhanaan berbagai macam pekerjaan. Meskipun biasanya hasil akhirnya bisa nampak sederhana, tetapi proses menuju ke sana tidak segampang itu.

Seperti hari ini, di mana saya berusaha setaat mungkin pada target harian guna menyelesaikan analisis per sub-bab. Outline-nya nampak sedikit padahal, per sub-bab cuma enam scene. Cukup efisien kata sebagian otak saya. Namun, nyatanya untuk sampai di angka urutan enam itu waktu yang termakan bisa sebegitu lamanya. Sekarang saya sudah di angka lima, artinya tinggal selangkah lagi sampai akhirnya bertemu dengan teman baru (selanjutnya): komparasi.

Jalan tinggal setapak lagi. Waktu tinggal sedetak lagi. Dapat kebebasan tinggal menunggu seujung jari.

Ps. Seperti 31harimenulis dua tahun silam, saya kembali akan melakukan plotting tulisan. Dimulai dengan Sabtu gembira.