Bertambah lagi teman yang sudah sidang hari ini. Dia yang bahkan beberapa hari sebelumnya sempat saya tanyai apakah ada perubahan dalam bab IV-nya. Sebab, sebelumnya dia sendiri mengatakan bahwa dia sudah merelakan bagian analisisnya “begitu” saja. Bukan apa-apa, saya pun mafhum karena memang susah menjaga kewarasan idealisme skripsi di tengah ketidakjelasan prosesnya.
Kini, saatnya terlempar lagi ke realita pasca ikut merayakan euforia. Kembali tinggal ada saya dan skripsi yang nyaris selesai. Saya yang juga terus mengejar supaya bulan ini semuanya sudah terupah lunas. Saya tetap mengusahakan mengerjakannya dengan sepenuh hati. Di tengah ketidakjelasan prosesnya.