Vlog 101: Jacksgap

iii

#pakpolisiblog @padakacarma @kolomkaca @facetopeslynda

Perkenalan pertama untuk tiap orang pasti menarik. Begitu pun perkenalan pertama saya dengan vlog. Sebelum 2012, saya belum mengenal istilah itu. Kala itu saya masih lebih suka mencari video cover dari lagu-lagu atau YouTubers yang memang isi channel-nya adalah nyanyian. Sampai suatu saat, saya mulai jenuh dengan bentuk-bentuk cover lagu. Ketika hal itu terjadi, saya mulai menemukan keunikan dari suatu berjuluk vlog.

Beruntung, saya mengenal vlog pertama kali adalah dari saluran YouTube milik Jacksgap–menemukan secara tidak sengaja. Jacksgap adalah nama yang pada awalnya hanya dipakai oleh Jackson (Jack) Harries. Pemilihan “gap” sendiri diambil karena mewakili adanya sela di antara giginya–sekarang sudah rapi. Lalu kemudian perlahan saudara kembarnya, Finnegan (Finn) Harries, ikut muncul. Dan sejak saat itu lah, channel Jacksgap menjadi brand milik keduanya.

Implikasi yang saya terima karena mengenal vlog pertama kali dari Jacksgap adalah influence yang ditularkan ke saya begitu kuat. Saya mulai berani membuat vlog juga dari mereka. Mulai kembali menyambangi software editing video dan berbagai manuvernya juga karena terinspirasi dari mereka. Bahkan menjadi mudah menangkap dan memahami aksen British juga karena mereka. Itu lah mengapa di awal saya bilang beruntung. Sebab ada orang yang pertama kali mengenal vlog atau manifestasi video online apa pun dari mereka yang tidak berimbas positif. Kalau sudah seperti itu, biasanya efeknya juga akan mengikuti role model-nya.

Jack dan Finn sempat masuk ke jenjang kuliah. Namun baru berjalan sebentar, mereka meminta izin ke orangtua untuk ambil cuti. Alasannya, mereka ingin mencoba menjalani karier sebagai kreator di YouTube secara full-time, membuat video-video kreatif seperti biasanya. Konsekuensi apabila rencana itu tidak berjalan dengan baik, maka mereka rela kembali ke kampus lagi.

Beruntungnya, karier YouTube mereka melejit pesat. Kualitas video yang mereka produksi bisa dikatakan di atas rata-rata dan “niat”. Mereka kemudian memiliki beberapa proyek yang dijalankan. Mulai dari membentuk komunitas dan update berkala melalui website jacksgap.com (Anda harus mengaksesnya, konten di sana bagus-bagus banget), mengikuti Rickshaw Run bersama teman-teman YouTube-nya dan merilis seri tersebut secara berkala, hingga mendapat sponsor dari Skype untuk mewujudkan Following Heart, serta projects pribadi lainnya–terakhir adalah Good Collective (yang masih di-hold di tengah jalan) dan seri video 24 hours.

Di tulisan ini dan tulisan-tulisan ke depannya saya tidak akan menulis dari sumber teks media mainstream. Bahannya benar-benar saya dapatkan dari vlog yang telah saya tonton selama ini. Langsung dari omongan mereka.

Tulisan tentang Jacksgap ini adalah pembuka, masih berupa retrospeksi, masih belum masuk ke tema spesifik. Meski nantinya juga masih akan banyak retrospeksi dari para vlogger lain. Dinamikanya tak kalah menarik! Selamat malam!