(Mulai) Plong

Setelah nyaris dua bulan saya hanya menuliskan draf. Dan sore ini akhirnya memutuskan untuk menumpahkan bebera kegetiran terbesar. Saya mulai merasa plong. Maaf untuk semua penghianatan pada diri sendiri ini. Saya yang memulai, saya juga yang harus menyelesaikannya. Meski dengan sedikit modifikasi, segera saya ejawantahkan.

Menulis masih benar-benar menjadi obat paling mujarab bagi saya kalau sedang dilingkupi terlalu banyak masalah. Sayangnya, akhir-akhir ini saya kerap tidak hirau.