[Simbol] #Beat2015 19/365

Selamat sore, #Beat2015 19/365

Nah, kan benar dugaan sebelumnya. Hari ini portal kombat KRS-an rusuh. Dengan mekanisme yang baru, ternyata mereka yang belum mengisi KUEL tidak bisa KRS-an, yang belum registrasi ulang via bayar UKT juga nihil celah, pun ternyata KRS untuk kategori Bidik Misi semacam dipending sampai menyerahkan transkrip nilai. Sampai saat ini, KRS semester empat adalah yang terusuh. Tetap terjadi perebutan, dan untungnya saya melakukan refresh laman tiap beberapa menit sekali (dan portal sudah dibuka sejak pukul setengah delapan, bahkan kurang, kampret).  Meski pada kenyataannya saya berhasil menyelamatkan mata kuliah incaran terlebih dahulu. Tapi melihat kesibukan di timeline lengkap dengan keluhannya masing-masing berkait dengan mekanisme baru tersebut saja sudah ikut bikin saya frustasi. Pada akhirnya saya memilih untuk menonton stok film yang tersisa sekaligus berkali-kali membuka newsfeed.

Dan ternyata ada hal yang unik. Coba baca dulu link berikut ini: BUKA LINK INI

Saya benar-benar sudah tidak paham dengan pola pikir orang-orang era sekarang ini yang menjurus pada ekstremitas. Pada berita tersebut saya sungguh tidak bisa menalar meski saya sudah berusaha memakai pola pikir mereka. Jelas-jelas hotel yang dimaksud sudah memakai nama “Zodiac”, dan lambang yang dipakai adalah Virgo (saya tahu karena dari tanggal kelahiran, saya bisa dikategorikan sebagai bagian dari ini). Apa yang salah dengan penggunaan nama dan lambang tersebut?

Penghinaan yang mereka tuduhkan bahkan menurut saya cenderung menjadi bumerang bagi kelompok itu sendiri. Kok ya masih ada orang yang sangat sempit pola berpikirnya. Kalau mereka menyebut itu lambang Allah yang dibalik, menurut saya bahkan itu kalau di posisi semula bunyinya hanya llah (tidak berbunyi). Simbol yang telah tertempel adalah murni logo zodiac Virgo (saya yakin) tidak lebih dari itu.

Atau dugaan saya lainnya, mereka memang hanya mencoba mencari sensasi, supaya nama organisasinya (pantas tidak sih disebut sebagai organisasi? Saya rasa struktur dan tujuannya saja tidak jelas) terkenal dalam kubangan aji mumpung. Ya, siapa bisa menyangkal bahwa sekarang ini popularitas adalah hal yang sangat mudah didapat, tinggal ngajak ribut lalu terekspos di mana-mana. Done.

Lucu ya orang-orang di negeri ini. Saya penasaran siapa orang yang pertama kali membuat provokasi.

Agaknya kutipan yang berbunyi: jangan jadikan “stupid people” terkenal, memang harus digalakkan. Definisi stupid di sini lebih mengarah pada mereka yang sekedar tahu maupun tidak tahu tentang sesuatu, namun berlagak sok tahu dan justru merugikan banyak orang. Jangan sampai menambah beban stres hidup.