[Books] #Beat2015 10/365

Selamat pagi, #Beat2015 10/365

Membaca itu penting dan mendesak. Sedari dulu saya sudah sangat akrab dengan ungkapan-ungkapan sejenis tersebut. Untunglah, sejak dulu juga saya sudah bisa berdamai dengannya. Dalam artian saya melihat “membaca” bukan sebagai hal yang memaksa, sebaliknya: nagih.

Namun saya kemudian semakin sering dihadapkan pada banyak distraksi waktu. Yang sebelumnya bisa dengan mudah saya pakai untuk hal-hal dasar (membaca buku salah satunya), tiba-tiba terdorong penuh dan luber. Luberannya adalah hal-hal dasar itu tadi. Tumpah, mengalir keluar, bahkan hilang tanpa tahu bahwa sebenarnya memang sempat ada.

Periode baru ini, membaca buku saya masukkan ke dalam daftar prioritas utama. Saya sadar, buku menjadi semakin jauh dengan saya. Tergantikan oleh banyaknya portal yang rutin saya buka secara online setiap hari. Bacaan yang mereka sajikan lebih singkat dan lebih portable. Saya memikirkannya menjadi hal yang cukup sulit, apalagi didukung pula oleh lingkungan yang ternyata ikut tereduksi dalam hal ini. Rasanya seperti melawan arus seorang diri.

Membaca buku malah sekarang menjadi tantangan tersendiri.

—

Pagi ini saya Kavett mengunggah sebuah video yang berhasil membuat saya bahagia. Meski hanya mengenal lewat dunia virtual, namun saya yakin perjalanan “proyek membaca” ini nyatanya tidak berjalan sendirian.