Wawancara – Day 306 of 365

Project 2014 Day 306 of 365

2 November 2014. Kabar terbaru, membahagiakan. Rekap sudah masuk tahap finalize. Tinggal melempar janji ke group, menawari gladi presentasi. Tidak bisa dibayangkan untuk perkara seabstrak ini, etika, tanpa adanya persiapan matang. Bisa-bisa antara penyaji dan penerima sama-sama tidak paham maksudnya. Atau malah paham tapi salah terima.

Perlu saya tinggal juga tugas mulia ini sebab ada tugas mulia lainnya hari ini. Wawancara Kaca #25. Tahu-tahu sudah sampai di angka ini saja, terlalu cepat. Mengingat saya dulu angkatan 18, itu pun pada 2012. Banyak hal sebenarnya yang bisa diceritakan dari proses tadi. Saya baru bisa memahami posisi anak-anak SMA di sini, memandang pola pikir mereka ketika pola pikir saya syukur-syukur sudah beberapa langkah lebih dulu. Unik mendengar kisah dan argumen mereka, ketika banyak hal masih mau dan mampu diceritakan. Rasanya bisa muskil kalau saja usia mereka sudah tambah beberapa. Menarik ketika melihat mereka menangis sebab mengisahkan beberapa hal privat. Ada juga kebengalan pikiran ketika diminta memberikan solusi untuk kasus tertentu. Hal ini kembali meneguhkan saya, proses wawancara adalah bagian paling menarik.

Tapi sebenarnya hal ini juga merugikan, sebab setelah semua ini, saya menjadi malas untuk mengikuti proses wawancara di perkumpulan tertentu. Ada terlalu banyak pertimbangan yang sudah saya pahami. Maafkan kalau saya pernah menolak terkait hal tersebut.  Tapi sebenarnya lebih baik cukup dengan ngobrol santai saja, pasti saya mau ikut alur.

Sudah menanyakan apa hari ini?