EYD – Day 288 of 365

Project 2014 Day 288 of 365

15 Oktober 2014. Tadi sempat mengalami sedikit perdebatan dengan seorang teman. Memperkarakan masalah teknis penulisan termasuk  EYD dan konten tulisan. Dia komplain kepada saya karena seorang dosen lebih menilai tentang kerapian teknis-EYD dalam tulisan dibanding langsung melihat konten. Argumen yang dia lontarkan adalah cara penulisannya jelek tidak masalah yang penting isinya bagus. Saya menyanggahnya.

Sebelum masuk ke beberapa poin penjelasan, di awal ini saya ingin menyatakan bahwa saya masuk ke golongan orang yang juga mementingkan isi. Namun saya tidak setuju dengan insight yang teman saya berikan, maka ini adalah sanggahan saya:

Pertama, penulisan yang baik dan benar adalah syarat mutlak sebuah seleksi awal tulisan. Apa pun kondisinya, dengan tujuan bagaimanapun. Ini adalah fondasinya. Contoh, ketika ada penyeleksian tulisan, pasti seleksi awal adalah penyingkiran karya yang tidak sesuai kaidah teknis, belum konten yang dilihat.  

Kedua, analoginya: ketika kontennya sebenarnya bagus namun teknis-EYD-nya tidak diperhatikan, mawut, saya jujur akan malas untuk membacanya. Selain itu, bentuk keabaian semacam itu adalah gambaran bahwa si penulis adalah orang yang meremehkan hal-hal dasar pun sangat penting serta menjadi bentuk penyepelean terhadap orang lain.

Ketiga, orang yang sudah lulus dengan masalah teknis dan EYD, pasti tulisannya bagus, keduanya saling terkait satu sama lain, saya yakin itu. Kalau tidak percaya, coba carikan saya contoh tulisan yang teknis pun EYD-nya bagus namun isinya jelek, saya yakin tidak ada.

Saya rasa tiga hal itu lah yang perlu untuk dicermati. Sejauh pengalaman saya, orang yang memiliki isi tulisan bagus pasti akan berusaha sebaik mungkin untuk memperhatikan teknis penulisan.

Sudah menjawab apa hari ini?

Tontonan hari ini The Flash episode 2.