Maze Runner – Day 261 of 365

Project 2014 Day 261 of 365

18 September 2014. Review Maze Runner, juga tersedia di tersapa.com

image

Judul: The Maze Runner | Genre: Action, Mystery, Sci-Fi | Sutradara: Wes Ball | Pemain Dylan O’Brien, Kaya Scodelario, Will Poulter | Tahun: 2014 | Produksi: Fox

Thomas dibuang ke kerumunan anak laki-laki setelah ingatannya dihapus. Dia segera menyadari bahwa mereka semua terperangkap pada sebuah labirin dengan spot kosong di tengah-tengah bernama Glade. Thomas harus bergabung bersama para “pelari” apabila ingin keluar dari perangkap itu.

Satu lagi film yang merupakan adaptasi dari novel distopia young-adult. Kali ini buku pertama dari trilogi “The Maze Runner” yang ditulis oleh James Dashner diangkat ke layar lebar oleh Fox. Secara umum, film ini mengikuti kehidupan Thomas yang diperankan oleh Dylan O’Brien ketika tiba—hidup—dan mencoba keluar dari Glade.

Thomas tidak sendirian, ada sekelompok anak seumurannya yang juga terperangkap. Dia tiba di Glade dalam kondisi tidak mengingat apapun. Setiap hari ada kelompok “pelari” yang mencoba mencari jalan keluar, namun ada satu syarat: harus segera kembali ke Glade sebelum petang. Sebab ketika petang tiba, pintu batu akan tertutup dan monster labirin mulai mencari mangsa.

The Maze Runner tampil sebagaimana mestinya. Diisi oleh para pemain muda yang benar-benar mewakili karakter yang ada di dalam novel. Dylan O’Brien tetap tampil tengil seperti ketika ia membawakan karakter di The Internship maupun serial Teen Wolf.

Hubungan fisik dan emosional yang terjalin antar pemain bisa dibilang mulus. Berbeda dari Dylan, Will Poulter memperoleh sedikit tantangan di sini, sebab perannya terlihat lebih serius dibanding, katakanlah, film drama-komedi terakhirnya “We’re the Millers.” Karakter lain yang cukup menonjol di film adalah Teresa (Kaya Scoldelario).

Bentuk promosi The Maze Runner sangat mengalir. Di awal 2014 bahkan gaungnya seperti tidak terdengar. Namun semakin menuju ke tanggal perilisan, pihak studio terus membombardir calon penonton dengan klip dan berita terbaru tentang film ini. Apalagi setelah muncul kabar bahwa The Maze Runner bakal menjadi film pertama yang memakai teknologi Escape. Pun bagi bioskop yang masih belum memperoleh dukungan Escape, teknologi Dolby Atmos dan di bawahnya sudah siap memanjakan pengalaman menonton bagi audiens.

Untuk sebuah film pembuka dari karya trilogi, The Maze Runner mampu tampil meyakinkan. Meskipun jelas akan ada banyak orang yang membandingkannya dengan Divergent dan Saga The Hunger Games. Apalagi genre ketiga saga tersebut serupa dan memiliki basis penggemar masing-masing.

Dengan jalinan plot yang setia dengan novel, penampilan prima dari para cast-nya—terutama Dylan O’Brien dan Will Poulter, serta penggarapan tampilan visual memukau (dan mencekam di saat bersamaan) ditambah kualitas efek suara mumpuni, The Maze Runner merupakan tontonan yang menyenangkan untuk membuka musim gugur tahun ini.