Dome Eps 10 – 245 of 365

Project 2014 Day 245 of 365

2 September 2014. Under the Dome menjadi satu-satunya series yang tersisa di bulan ini. Judul lainnya telah mencapai season finale beberapa pekan sebelumnya, termasuk Dominion (dengan kesimpulan kepalang tanggung). Jujur saja, season dua ini tensinya memang naik, namun untuk pengembangan karakternya banyak yang terlihat kurang persiapan. Pun banyak saya temui awkward acting dalam tiap episode.

Terlepas dari hal itu, kali ini episode sepuluh menjadi konsumsi saya. Jelas masih terdapat keanehan-keanehan serupa, namun saya menangkap bahwa ini adalah salah satu bagian krusial untuk menciptakan konflik baru serta cara termudah untuk kembali membenci ayah Junior.

Sejujurnya saya memang tidak pernah bersimpati dengan karakter ini, sejak awal. Tapi mungkin pembuatnya sadar, sehingga terus-terusan mengulur kematiannya. Capek lho menunggu penyelesaian dari permainan ini. Secara kasat mata jalan keluar dari Chester’s Mill sudah terkunci. Lalu langkah apa lagi yang mau diperbuat?

Tokoh ibu Junior yang sekarang terlibat aktif dalam cerita, membingungkan preferensi saya. Pada episode sebelumnya dia tampil dengan sangat tenang, namun setelah memasuki dome, raut dan kelakuannya menjadi luar biasa panikan. Baru kemudian saya ingat kalau memang terdapat koneksi antara dia dan telur “misteri.”

Episode 10 ini dengan cerdik memasang outro pancingan. Sialnya, saya termasuk salah satu penonton yang sukses dibuat penasaran.

Sudah menonton apa hari ini?