#20thPROJECT
#week9
9 Tahun
26 Juni 2014.
Jadi ceritanya, pada umur sembilan tahun ini, saya semacam anti dengan lagu pop. Sungguh. Padahal pada usia ini saya baru mengetahui lagu-lagu pop berbahasa Indonesia. Lebih parahnya, saya merasa jijik dan janggal ketika mendengar tracks itu diputar di radio.
Kalau mau dirata-rata, agaknya era sembilan tahun termasuk yang paling absurd.
Tidak banyak hal yang saya ingat. Namun masih benar-benar jelas saya memperoleh nilai 0 pertama di jenjang III SD. Bukan karena tidak paham, atau sebab mencontek, tapi karena murni saya ngeyel. Pelajaran matematika. Saya tidak percaya dengan cara yang diberikan oleh guru di depan kelas. Saya juga tidak percaya dengan ajaran teman-teman lain. Pada akhirnya, jurus membuat aturan sendiri pun mulai berlaku. Ganjarannya adalah outline telur bebek warna merah di atas kertas.
Biarpun demikian, sejak kelas III ini, matematika resmi menjadi pelajaran favorit saya. Utamanya sejak bertemu dengan tabel pecahan. Di mana kami diminta untuk mengubah dari pecahan biasa, ke pecahan desimal, ke pecahan campuran, lalu ke persen, serta ke permil. Bahkan saya masih ingat urutan tabelnya!
Ada satu lagi hal absurd yang terjadi di tahun ini. Namun saya tidak ingin membeberkan di sini. Pada intinya, gara-gara kejadian ini, saya akhirnya menjadi sangat berjarak dengan sepakbola. Bisa mewujud lain cerita kalau kejadiannya tidak seperti itu.
Sampai jumpa pekan depan!