Prolog
Sebelum saya resmi memulainya, biar jelas dulu. Mulai hari ini sampai besok Minggu, ada proyek baru Padakacarma. Menulis surat untuk siapapun dan apapun. Maka untuk proyek kali ini, saya menggukan hashtag #nyerat1–#nyerat7.
Semoga tetap maklum dengan keabsurdan isi suratnya.
——-
#nyerat1, 04/08/2014
Dear masa kecil,
Di tempat, lampau
Kalau boleh memiliki pembalik waktu kepunyaan Hermione, aku hanya menginginkan untuk memutarnya kembali ke 16 tahun lampau. Aku merasakan banyak memori berharga dalam rentang masa kecil yang bahkan aku sendiri kurang paham sampai usia berapa sehingga dianggap berakhir. Apakah sebelum disunat? Berarti mungkin saja sampai aku kelas 5 SD.
Pendek, ya, hanya sampai umur 11 tahun. Belum lagi itu terganggu oleh kenangan bullying yang seingatku, tidak penting untuk diingat. Kamu pasti juga ingat seberapa besar cita-cita kita dulu. Pernah kena doktrin sama ingin menjadi guru sebab berpikir bakal mempunyai banyak waktu bersenang-senang bersama kawan lain. Pun ketika kita bersama-sama melakukan petualangan kecil-kecilan menyusuri kali, kebon, bahkan sampai ketika kita sama-sama sok tau.
Salah satunya ketika kita menginjak-injak bekas tumpukan sampah yang dibakar. Layaknya pertunjukkan jathilan. Nyatanya, baranya belum padam sama sekali. Kaki kita sama-sama melepuh sebesar bola pingpong. Ingat ketika itu bukan hanya di satu lokasi benjolannya? Hampir rata di kedua telapak kaki. Pengalaman bersama yang mengerikan!
Terlalu banyak yang ingin aku ulang bersama. Mungkin juga aku ingin mengubah sedikit-sedikit untuk beberapa momen. Aku ingin ada beberapa hal yang berubah di kemudian hari. Mungkin waktu itu kita masih belum paham, tapi aku pikir seperti film Butterfly Effect lah penggambarannya. Perubahan kecil di masa lalu, akan menjadi sesuatu yang gigantis di kemudian hari.
Masih ada banyak hal tentang masa bersama kita yang ingin kuingat-ingat lagi. Tapi rasanya aku akan membiarkan imajinasi kita sama-sama mekar kembali. Menginginkan sesuatu yang sudah lewat untuk dicicipi ulang. Mungkin manis ya rasanya? Tapi bisa jadi masih ada getir, asin, dan asam yang bisa bikin tersedak.
Tidak mengharapkan balasan. Sebab tulisan kangen ini sudah lebih dari cukup. Tapi kalau ada pun tidak masalah, toh kita berbagi ingatan bersama.
Salam hangat dan selalu hangat,
Dirimu belasan tahun kemudian