Pra – Day 208 of 365

Project 2014 Day 208 of 365

27 Juli 2014. Saya memahami sesuatu seringkali mendahului orang lain. Kerap terjadi. Namun penyakit yang malah mengganggu adalah, apa yang saya pahami bakal mengalami penundaan pengungkapan. Maka kemudian saya memilih untuk diam terlebih dahulu. Atau bahasa gampangnya, saya lebih sering menjadi sisipan.

Sama halnya dengan hari ini. Ketika besok sudah mencapai puncak perayaan Ramadhan, saya masih merasa belum memperoleh gelora lebih dahsyat lagi. Yang tertinggal adalah bentuk penginderaan yang masih jauh dari kata memuaskan. Apakah itu manusiawi? Apalagi ini berhadapan langsung dengan Tuhan.

Bisa jadi iya.

Tinggal beberapa jam lagi, dan batin saya seolah menyerukan kegelisahan. Mengapa bisa perayaan tahun ini seolah hambar? Mengapa saya lebih banyak mempertanyakan diri ketika waktu untuk itu harusnya sudah selesai? Benar-benar bingun. Apakah ini merupakan refleksi kata hati yang tulus? Entah. Pada kenyataannya, ketidakpuasan itu masih terus menghantui. Semoga saja ini hanyalah bentuk prasangka diri.

Sudah melakukan evaluasim?

Tontonan hari ini Lucy (2014)