Project 2014 Day 163 of 365
12 Juni 2014. Dibuka dengan kondisi suram ruang kelas. Dalam artian sebenarnya, karena memang lampu yang menjadi sumber pencahayaan sedang dalam posisi mati. Saya duduk di bangku nomor dua dari depan, bagian kiri, nomor tiga dari tepi kanan. Tidak perlu bertambah buruk.
Sial.
Beberapa saat kemudian daftar presensi diputar untuk dibubuhi tanda tangan. Ada kertas baru, dengan blok-blokan warna merah. Nama saya ada di situ. Saya panik. Panik.
Pikiran berpacu dengan ingatan, hal apa yang menyebabkan demikian? Ditambah bahwa kolom yang menyatakan diri sebagai “jumlah kehadiran” menunjukkan angka 92%. Terlampau jauh kalau mau dibandingkan dengan ambang batas 75%. Ada yang salah. Buku presensi saya pegang, saya buka bagian nama, dan di minggu pertama paraf saya dicoret. Telo!
Kelas berakhir saya langsung menuju lantai dua. Komplain, saya sudah memikirkan banyak kemungkinan omongan yang akan saya lontarkan. Awas kalau saya dirugikan.
Lalu saya sangat zonk ketika mendapati alasan nama di blok merah, karena mereka menganggap paraf saya berbeda. Dianggap itu bukan saya. Padahal secara jelas tulisannya sama-sama “aef”. Ditambah hari itu saya mengumpulkan tugas. Kampretlah. Hari ini saya benar-benar susah menahan untuk tidak merapalkan sumpah serapah. Emang siapa mereka? Berprasangka buruk untuk bentuk paraf yang jelas-jelas sama, mentang-mentang yang untuk minggu pertama itu saya bubuhkan agak besar dari yang lain. Tapi serius, beda dari mana? Kayaknya si ibu penjaga TU itu sudah kehabisan bahan untuk merepotkan mahasiswa. Untungnya saya bisa mengklarifikasi, lolos dari blok merak, meski sampai sekarang rasa dongkol itu masih terus ada.
Siapa anda?