
Project 2014 Day 152 of 365
1 Juni 2014. Tidak terasa bulan Juni sudah tiba dengan begitu saja. Rasanya baru beberapa waktu yang lalu saya meneguhkan diri untuk melakukan proyek menulis tahunan ini, dan sekarang sudah ada di pertengahan tahun. Satu hal yang bisa saya tangkap, progresnya bisa benar-benar dirasakan, lebih-lebih diamati. Kegiatan menulis ini memberikan saya banyak energi positif. Karena senegatif apapun hari saya, pasti akan dengan mudah langsung menguap sejenak setelah saya menuangkan dalam tulisan lalu mem-publish-nya. Cuma berpikiran saja, mungkin teman-teman yang lain juga mulai berencana untuk melakukan kegiatan serupa di kemudian hari?
Saya sudah menonton Non-Stop yang dibintangi oleh Liam Neeson beberapa bulan yang lalu. Namun apa salahnya menonton lagi hari ini? Ditambah bahwa seingat pikiran, saya belum pernah membahasnya secara lebih istimewa.
Liam sepertinya memang sudah terkena efek pelabelan, bahwa peran yang cocok dengan dirinya adalah peran-peran semacam ini. Dia selalu terlihat punya karisma lebih ketika mengambil peran sebagai agen khusus negara.
Seperti beberapa aktor-aktris Hollywood yang masuk dalam list favorit saya, ekspresi pun mimik muka Liam adalah salah satu nilai tambah. Meskipun secara general Liam tidak saya masukkan dalam kategori favorit itu. Penampilannya dalam layar Non-Stop seperti peneguhan bahwa dia adalah aktor yang telah memiliki jam terbang tinggi.
Ekspresi frustasinya di dalam kabin pesawat benar-benar bisa memincut saya untuk terus mengikuti jalinan plot yang disajikan (sekali lagi, meskipun ini bukan kali pertama saya menonton Non-Stop). Pada kondisi normal, tidak menjadi kejutan yang terlalu mengangetkan lagi karena saya sudah sadar dengan twist yang ingin ditunjukkan. Namun seperti selalu saya tekankan, posisikan diri sebagai penonton yang baik. Pada akhirnya menonton ulang film ini seperti memperoleh sensasi yang sama-sama menegangkan. Perbedaannya, bisa mengamati dengan lebih jeli gerak-gerik petugas dalam pesawat, penumpangnya, pun si agen (Liam) sendiri.
Tentu bukan film yang akan dengan mudah merangsek masuk ke dalam salah satu dari 11 film favorit saya sepanjang masa, namun jelas Non-Stop berhasil menyuguhkan penceritaan yang bisa saya bilang bakal menjadi salah satu yang terbaik pada tahun 2014 ini. Selesai menontonnya, seakan ingin misuh kepada penulis naskahnya karena berhasil membungkus rahasia klimaks dengan rapi.
Menurut saya 8.5 dari 10 bintang.
Sudah berburuk sangka hari ini?