History – Day 123 of 365

image

Project 2014 Day 123 of 365

3 Mei 2014. Semakin ke arah sini saya semakin sadar bahwa logika saya pelan-pelan menolak langsung mempercayai sejarah. Bahkan yang sudah lama bercokol di benak pun ikut diragukan. Keraguan itu terus saya sampaikan pada banyak orang, apalagi yang menyangkut peradaban dunia. Banyak komplain diarahkan pada negara-negara yang katanya digdaya, namun itu hanyalah bentuk-bentuk keberatan pada pemakaian teknologi pun senjata pemusnah massal. Jarang sekali melihat orang sekarang ini yang mau susah-susah menyangkal klaim sejarah suatu negara.

Saya berada pada posisi ini. Contohnya saja: saya ragu Amerika memiliki latar belakang yang kuat sebagai sebuah negara superpower era ini. Klaim budaya atau teritori sudah sangat mainstream, tapi dugaan paling kuat adalah Amerika melakukan banyak klaim sejarah. Apa yang tidak bisa mereka setir?

Ketika saya membaca sejarah surat kabar yang salah satunya menyebutkan bahwa Amerika merupakan salah satu pelopornya, saya langsung menyanggah. Bahwa kalau dianggap sebagai bagian dari sejarah mesin cetak modern (terlepas dari budaya di China dan Timur Tengah), yang ditemukan oleh Guttenberg orang Jerman, di sini seharusnya mereka tidak bisa memasukkan diri. Ditambah Amerika sebelumnya masih dijajah Inggris. Saya benar-benar sangsi dengan pernyataan bahwa Amerika adalah salah satu pelopor.

Di lain hal, coba tengok klaim sejarah yang dilakukan oleh negara lain. Semakin menggunakan logika, maka akan semakin nampak bahwa banyak hal di dunia yang selama ini kita anggap sebagai kesepakatan text-book  ternyata hanyalah bentuk klaim karena tidak ada pembuktian jelas. Ingat bahwa media dari awal ada, gunanya adalah untuk mempengaruhi audiens. Maka mengubah konstruksi sejarah jelas tidak menjadi masalah besar. Apalagi pemahaman sejarah dunia ini telah ditanamkan sejak kita kecil.

Banyak keraguan lain yang timbul di banyak fakta sejarah, pada banyak negara lain.

Apakah mau sampai puluhan tahun lusa pola pikir anak cucu kita tetap menganggap diri kerdil dan minor sambil mengagungkan bangsa lain?