Project 2014 Day 117 of 365
27 April 2014. Beda frekuensi memang tidak bisa memberikan kenyamanan maksimal, ya.
Tadi pagi ke Fisipol karena teman saya ada yang ingin meminta bantuan untuk instal ulang laptop. Sudah lama kami tidak berjumpa, sekira satu tahun. Dan bahkan dengan jarak tidak terlampau jauh itu frekuensi obrolan kami sudah tidak setara, menurut saya.
Kalau sebelumnya semua bisa dilakukan dengan sama-sama berlari, kali ini harus ada pihak yang rela menunggu dan memberi rangkulan agar tetap sejajar. Apa yang diharapkan adalah obrolan mengalir seperti sebelumnya. Terlepas dari teman saya yang memang terlalu memikirkan apa perkataan orang lain. Setidaknya saya sempat memberikan saran, “memikirkan diri saya belum bisa, ngapain harus sibuk selalu memikirkan orang lain?”
Tapi hari ini feelnya berbeda. Bahwa orang yang saya harapkan bisa rame semacam dulu, tidak bisa saya temukan pada individu beberapa jam lalu itu. Harapan saya dilanggar. Terjadilah dialog yang biasa terlaksana antara dua orang yang mencoba saling memberi masukan. Mungkin hanya perasaan saya merasa demikian, namun toh orang itu juga mengakui bahwa lingkungan barunya memaksanya untuk menjadi orang lain.
Terpukul? Iya. Tentu ada hal itu, namun maua bagaimana lagi kalau saya sendiri paham bahwa lingkungan memang faktor penentu untuk semua hal. Tinggal menunggu kesadaran diri saya agar tidak kehilangan jati.
Sudah bertanya kepada orang lain hari ini?