Project 2014 Day 110 of 365
20 April 2014. Sempat kaget ketika melihat durasinya yang hanya satu jam lebih sedikit. Tidak biasa. Seringnya adalah satu setengah jam. Itu pun untuk sekarang ini saya anggap terlalu lama, dengan catatan kalau plot yang diberikan bisa dikatakan berantakan, buruk.
Everywhen tajuk yang dibawa. Produksi 2013, saya anggap sebagai film yang berada pada level nyaris bagus. Mempertimbangkan beberapa aspek yang masih terlihat secara nyata menjadi holes bagi sajian ini. Saya sempat dibuat takjub dengan efek visual yang dipakai, hologram terutama. Tidak terlihat bahwa ini adalah film yang diproduksi oleh bocah. Tidak etis sebenarnya melihat sesuatu dari segi umur. Namun di sini saya menilainya dari sisi efek visual, sekiranya tidak masalah. Karena bisa dipahami bahwa sesungguhnya cgi adalah suatu yang bukan sepele, yang sudah sedap biasanya sudah mulai berumur. Tapi Everywhen berhasil memberikan visual apik di usia kreator yang masih seangkatan dengan saya. Iri? Ada.
Bagus di visual dan efek yang diberikan, belum menjamin bahwa keseluruhan akan memberikan impresi serupa. Sayangnya plot yang dibagun masih ngambang, setengah-setengah. Ditambah dengan kekakuan dialog yang disuguhkan. Kurangnya persiapan sangat terlihat di sini. Saya bilang ini sangat disayangkan. Sebenarnya ada juga hal lucu pada film ini, yaitu di beberapa bagian, bayangan kru pembawa microphone terlihat refleksinya. Jujur saya ngakak ketika memperhatikannya. Garis besar, hal ini benar-benar mengganggu kenikmatan saya, karena secara otomatis mempengaruhi rasa respect sepanjang durasi.
Overall, potensi besar ada di depan mata. Hanya masalah persiapan yang benar-benar masih harus dibenahi. Setidaknya pembangunan alur dan peran harus lebih-lebih diperdalam. Untuk sebuah film sci-fi pemula, saya anggap Everywhen adalah sajian yang berharga. Di banyak hal. Membangun sense of critic pun sense of envy. Selama menyaksikannya hanya ada rasa menyenangkan, sebenarnya.
Sudah menghargai apa hari ini?