Sengketa – Day 86 of 365

Project 2014 Day 86 of 365

27 Maret 2014. Di suatu siang, dalam kelas komunikasi massa. Ada sebuah cuplikan dialog dari teman saya yang mengutip juga dari ucapan temannya. (Dengan distorsi ucapan, tidak bisa persis seperti apa yang dikatakan tadi. Nama daerah disamarkan, namun kejadiannya benar-benar ada. Nyata.)

A: Sebenarnya, yang paling mendesak untuk diperhatikan di Indonesia sekarang ini bukanlah bidang ekonomi, pariwisata dll. Tetapi pertahanan, keamanan. Di daerah saya, yang bisa dibilang pelosok, semua kebutuhan, semua bahan baku untuk hidup itu bisa terpenuhi. Kalau kami memisahkan diri dari Indonesia, kami sangat bisa hidup dan menghidupi. Kami sangat jarang memperoleh perhatian, diurus. Makanya keamanan itu adalah yang paling vital apabila pemerintah belum bisa memberikan perhatian.

B: Sebenarnya antar desa itu tidak ada permasalahan sama sekali. Tapi mereka biasanya dibayar oleh pihak asing untuk berperang supaya golongan separatis semakin memiliki pembelaan. Separatis itu punya backing negara asing di belakangnya. Yang ingin merebut wilayah Indonesia. Jangan tutup mata.

Dua dialog itu memberikan cambuk yang menyakitkan bagi saya pribadi, sangat. Bahwa daerah-daerah yang kaya akan banyak hal, yang hanya membutuhkan kasih sayang adil dari si ibu “Pemerintah Indonesia” namun tidak kunjung memperolehnya.

Apa bedanya dengan perlakuan ibu kepada anak tiri dalam dongeng Cinderella?