Tears – Day 45 of 365

Project 2014 Day 45 of 365

14 Februari 2014. Menjadi pemimpin untuk orang banyak itu bukanlah hal gampang. Lebih tidak gampang lagi ketika kemudian muncul banyak tekanan politis dari kanan kiri yang kemungkinan besar merasa iri pun terancam dengan eksistensi kita. Itu lah skema besar yang selalu saya lihat menjadi problema tak berkesudahan di republik ini.

Malam ini saya jujur menangis ketika menonton tayangan Mata Najwa episode bersama Bu Risma–walikota Surabaya–di YouTube (karena saya tidak menonton siaran sewaktu di TV) atas saran dari Titak. Kejujuran seseorang itu bisa terbaca dengan jelas melalui kontur raut wajah. Hal itu saya temukan pada diri seorang Risma. Dia mengaku tidak mengerti politik, yang diketahuinya hanyalah usaha apa yang harus dilakukan untuk membuat rakyat Surabaya sejahtera. Hanya itu.

Walikota mana yang mau mengaku bahwa tangannya sakit akibat terjatuh di got sewaktu membersihkan sampah di ruang publik? Lagi, walikota mana yang berani bilang bongkar bangunan kepada para investor-kontraktor lahan apabila tidak sesuai blueprint-nya meskipun tahu bahwa tendernya bernilai milyaran rupiah? Banyak hal kecil terselip di sepanjang tayangan. Yang saya lihat lagi adalah Risma adalah sosok walikota yang mengumpamakan warga Surabaya sebagai anaknya sendiri, rela pasang badan asal keadaan bisa lebih baik.

Saya tidak akan membeberkan keseluruhan bagian, karena akan lebih luarbiasa kalau Anda yang belum nonton bisa menyaksikan sendiri keseluruhan durasi melalui YouTube. Satu bagian lagi saja, part yang membuat saya menangis. Adalah ketika Najwa meminta Risma berjanji untuk menuntaskan 5 tahun masa jabatannya demi warga Surabaya (sekarang masih tahun ketiga), namun ia memilih diam. Risma berisyarat bahwa dia pun tidak yakin apakah itu bisa terjadi, karena tekanan dari politisi daerah yang iri dengannya sangatlah mengerikan. Mengutip perkataan Najwa, walikota yang baru tiga tahun menjabat namun sudah bisa mengubah wajah Surabaya menjadi sangat baik, meraih lebih dari 51 penghargaan nasional maupun internasional, kini berpikiran untuk mundur sebelum masa jabatan selesai.

Saya paham betul posisi beliau, bagaimana goncangan yang timbul tidak semudah bayangan orang untuk bisa diatasi. Satu-satunya cara terbaik adalah dengan berharap supaya Bu Risma mau dan mampu menyelesaikan tugas berat yang bertambah berat ini untuk dua tahun sisa masa jabatan. Rakyat tahu mana yang musti dijaga dan diselamatkan.

Dan hari ini sepertinya saya memang menjadi sangat cengeng meskipun itu tidak salah. Tadi pagi abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud bisa sampai Jogja, ketebalan di tempatku sampai 1cm, dan sewaktu saya selesai sholat subuh, air mata saya tiba-tiba jatuh tidak berhenti. Saya tidak mengerti mengapa bisa sampai sebegininya emosi ini terbawa. Dugaan terkuat mungkin karena tahun 2010 silam saya juga pernah mengalami hal serupa dari Gunung Merapi. Saya merasa seperti punya kedekatan batin dengan korban yang ada di Kediri sana. Karena dulu saya pernah merasakan rasa ketakutan yang mungkin sama, merasa waswas setiap saat. Hari ini Jogja sangat kelabu. Mendadak seperti asing dengan Jogja.

Sudah tersentuh apa hari ini?

kontur (n) 1 garis bentuk; 2 pola ciri-ciri yang terjadi dari pola nada, gerak nada dengan atau tanpa tekanan yang meliputi sebagian atau seluruh ujaran tertentu