Project 2014 Day 40 of 365
9 Februari 2014. Pertengahan Januari lalu saya di-BBM oleh Ifa, teman SMA saya. Dia menanyakan apa pendapat saya tentang film Stuck In Love (2013). Waktu itu jawaban saya belum bisa spesifik, karena kebetulan saya belum menamatkannya, baru melakukan skimming, alias nonton dipercepat dengan cara di-skip-skip. Hari ini saya menyelesaikannya. Maka postingan kali ini akan mereview secara singkat dari pandangan subjektif semi objektif (seperti biasanya) terkait film ini.
Secara keseluruhan, saya menyukainya. Stuck In Love bisa diumpamakan seperti gula-gula. Memiliki awal hingga akhir yang manis serta menyenangkan untuk terus disesap. Mengingatkan saya pada penceritaan The Spectacular Now (2013), pun Juno (2007). Dibuka oleh fakta tentang para tokoh dalam satu keluarga yang ternyata memiliki kompleksitas kehidupan cinta yang bisa dibilang sama-sama bermasalah. Dari situ lah lalu disajikan adegan per adegan yang menjelaskan mengapa demikian, lengkap dengan penyelesaiannya.
Sukaan saya dari presentasi ini adalah sang sutradara memberikan penceritaan yang tuntas. Dalam artian tidak menimbulkan pertanyaan ganjil lanjutan. Karena untuk genre seperti ini saya memang mengharapkan sesuatu yang tepat selesai, dan saya temukan pada Stuck In Love.
Saya sepertinya belum pernah menyampaikan bahwa ada satu film tahun 1997 yang keseluruhan soundtracknya menurut saya sangat juara. Yaitu film Good Will Hunting (1997) dibintangi oleh Matt Damon. Salah satu lagunya adalah Between The Bars, yang kebetulan terpanggil lagi oleh ingatan melalui Stuck In Love, nostalgia yang sangat asik.
Saya yakin Anda akan menyukai Stuck In Love juga.
Sudah bernostalgia hari ini?
sesap (v) isap