Project 2014 Day 37 of 365
6 Februari 2014. Yuk berbagi perspektif tentang satu hal: keberanian. Saya tiba-tiba mendapatkan pemikiran tentang hal ini barusan. Harus diyakini bahwa kadar keberanian setiap orang itu berbeda-beda, pun pecapaiannya sudah tentu juga berbeda. Namun yang seringkali digambarkan, dibayangkan, sebagai bentuk realisasi hal ini adalah penyamarataan untuk semua pihak. Saya lihat hal ini tetap saja tidak bisa dianggap adil.
Hal kecil yang menyangkut permasalahan krusial seseorang, di mana dia bisa mengatasinya dengan sukses, saya sebut juga sebagai keberanian. Tidak bisa saya bandingkan dengan yang saya atau orang lain rasakan, lakukan, tetap berbeda.
Lagi, saya juga menganggap kemampuan manusia untuk menyembunyikan rapat-rapat sesuatu yang dianggap cukup hanya sebagai konsumsi pribadi saja juga masuk pada kategori ini–sangat berani malah. Tidak mudah loh melakukan hal ini, hanya orang-orang yang benar-benar tahan banting yang sanggup memikulnya.
Sebagai bukti: setidaknya manusia masih bisa menahan emosi yang disebabkan oleh orang lain, namun siapa yang mampu menahan ledakan kejiwaan yang berasal dari dalam diri sendiri? Saya pikir sebisa apapun hal itu dilakukan, pada akhirnya akan menimbulkan efek samping bagi kepribadiannya, bom waktu berinti uranium. Saya mengakui hal ini, setidaknya saya merasakannya demikian, merahasiakan banyak hal adalah salah satu spesialisasi saya. Tidak pernah mengharapkan akan menjadi seperti ini, tetapi tidak mungkin manusia hidup tanpa ada rahasia sama sekali, muskil.
Sudah merasa berani hari ini?
muskil (a) sukar; sulit; pelik.